KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

CONTOH INSTRUMEN WAWANCARA PENELITIAN KUALITATIF




INSTRUMEN WAWANCARA
NO
PENELITI
INFORMAN
1
Kegiatan apa saja yang dapat membentuk karakter kedisiplinan siswa?
Kegiatan yang dapat diterapkan pada siswa agar siswa disiplin dapat dilakukan dengan berbagai bentuk berilaku melalui peraturan tata tertib dan kegiatan sehari hari, aik secara langsung maupun tidak langsung, sd maarif menerapkan beberapa disiplin antara lain: disiplin waktu, disiplin sikap, disiplin dalam menaati peraturan, dan disiplin beribadah. Disiplin waktu contohnya adalah pulang pergi kesekolah dengan tepat waktu. Disiplin menaati peraturan contohnya berseragam sesuai ketentuan, meletakkan sepatu di rak, disiplin sikap contohnya adalah menghormati guru, menghargai temn, dan menyikapi slogan slogan motivasi yang ada. Disiplin ibadah meliputi pelaksanaan sholat dzuha secara berjamaah, tartil al qur’an dan melaksanakan sholat dzuhur berjamaah, hal tersebut semua dilakukan dalam rangka membentuk kedisiplnan siswa SD Maarif Ponorogo.
2
Bagaimana cara sekolah untuk membentuk karakter kedisiplinan siswa?
Cara yang dapat diklakukan sekolah adalam membentuk karakter kedisiplinan siswa dapat dilakukan dengan berbagai  metode, antara lain metode pengajaran, metode keteladanan, pembiasaan, teguran dan peringatan kepada siswa siswi SD Maarif Ponorogo, dengan adanya metode pembentukan karakter kedisiplinan yang kami lakukan diharapkan siswa siswi akan disiplin dengan sendirinya sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan kondusif.
3
Kendala apa saja yang dialami dalam membentuk karakter kedisiplinan dan apa upaya sekolah dalam mengatasi kendala tersebut?
Dalam pembentukan karakter disiplin yang kami lakukan menemui beberapa kendala, kendalanya adalah jika seoang guru tidak mau menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin kurang termotivasi dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa. Upaya sekolah dalam mengatasi kendala tersebut dapat dilakukan melalui disiplin prefentif, dan disiplin korektif. Disiplin prefentif adalah upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku,sedangkan disiplin korektif adalah auapaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku di SD Maarif Ponorogo.
4
Jika ada anak yang melanggar tata tertib sekolah, apa yang dilakukan guru jika menggunakan hukuman?
Jika ada siswa siswi yang melanggar peraturan hal hal yang kami lakukan biasanya bertahap, mulai sanksi yang ringan sampa sanksi berat. Berikut yang kami lakukan terhadap siswa yang melanggar peraturan :
a.       Pertama dilakukan dengan cara teguran secara lisan/ tertulis bagi yang melakukan pelanggaran ringan terhadap ketentuan sekolah yang ringan.
b.      Kemudian selain diatas, yang kami lakukan adalah pemberian tugas yang bersifat mendidik, misalnya membuat rangkuman buku tertentu, menghafal surat surat pendek tertentu.
c.       Melaporkan secara lisan/ tertulis kepada orang tua siswa tentang pelanggaran yang dilakukan oleh putra putrinya.
d.      Hal terakir yang kami lakukan jika memang sudah fatal kesalahnnya, adalah memanggil secara lisan/ tertulis yang bersangkutan beserta orangtuanya agar yang bersangkutan tidak mengulangi pelanggaran yang telah di perbuatnya....
5
Apa tujuan dan manfaat pembentukan karakter kedisiplinan siswa?
Tujuan pembentukan karakter SD Maarif Ponorogo antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Memberi dukungan terhadap terciptanya perilaku yang tidak menyimpang
b.      Mendorong siswa agar dapat melakukan yang baik dan benar
c.        Membantu siswa memahami dan melatih siswa beradaptasi dengan lingkungan
d.      Siswa siswi SD Maarif Ponorogo belajar hidup dengan kebiasaan yang baik
Adapun manfaat dengan terbentuknya karakter disiplin padan siswa siswi SD Maarif ponorogoantara lain sebagai berikut:
a.       Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peka/ berperasaan halus dan percaya pada orang lain
b.      Menjadikan siswa siswi memiliki rasa kepedulian terhadap orang lain
c.        Siswa siswi memiliki pola hidup yang taratur dan mampu mengelola waktu dengan baik
d.      Menumbuhkan ketenangan, rasa percaya diri, menumbuhkan kemandirian, keakraban serta menimbulkan kepatuhan terhadap norma yang berlaku di sekolah maupun di masyarakatnya.

BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Post a Comment